enjoy, simple, and execelent

Indikator asam basa


a. Larutan indicator Asam- Basa
Larutan indicator asam-basa merupakan senyawa kimia yang dapat berubah warna sesuai dengan perubahan pH.Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk menentukan nilai pH suatu larutan.Perubahan warna dari larutan indicator memiliki rentang pH tertentu.Rentang pH disebut juga trayek pH indicator.
Bagaimana cara menentukan nilai pH pada suatu larutan ?
Mula-mula, suatu larutan indicator A diteteskan pada larutan yang akan diukur (sample), larutan itu akan berubah warna.Perubahan warna ini dicocokkan dengan trayek pH, barulah diperoleh perkiraan nilai pH yang pasti, digunakan tiga jenis larutan indicator atau lebih.Lakukanlah cara yang sama pada larutan indicator lain.
Perhatikan tabel trayek pH beberapa larutan indicator berikut ini :
Larutan indikator
Trayek pH
Perubahan warna

Metil Ungu
Metil kuning
Metil Jingga
Brom kresol hijau
Metil Merah
Bromtimol biru
Fenolftalein
Alzarin kuning

0,5 – 1,5
2,0 – 3,0
3,1 – 4,4
3,8 – 5,4
4,2 – 6,3
6,0 – 7,6
8,0 – 9,6
10,1 – 12,0
Kuning – Ungu
Merah – Kuning
Merah – Kuning
Kuning – Biru
Merah – Kuning
Kuning – Biru
Tidak berwarna- merah
Tidak berwarna – Ungu

Jingga metil (Methyl orange)

Jingga metil adalah salah satu indikator yang banyak digunakan dalam titrasi. Pada larutan yang bersifat basa, jingga metil berwarna kuning dan strukturnya adalah:

Sekarang, anda mungkin berfikir bahwa ketika anda menambahkan asam, ion hidrogen akan ditangkap oleh yang bermuatan negatif oksigen. Itulah tempat yang jelas untuk memulainya. Tidak begitu!

Pada faktanya, ion hidrogen tertarik pada salah satu ion nitrogen pada ikatan rangkap nitrogen-nitrogen untuk memberikan struktur yang dapat dituliskan seperti berikut ini:

Anda memiliki kesetimbangan yang sama antara dua bentuk jingga metil seperti pada kasus lakmus – tetapi warnanya berbeda.

Anda sebaiknya mencari sendiri kenapa terjadi perubahan warna ketika anda menambahkan asam atau basa. Penjelasannya identik dengan kasus lakmus – bedanya adalah warna.

Pada kasus jingga metil, pada setengah tingkat dimana campuran merah dan kuning menghasilkan warna jingga terjadi pada pH 3.7 – mendekati netral. Ini akan diekplorasi dengan lebih lanjut pada bagian bawah halaman.

Fenolftalein

Fenolftalein adalah indikator titrasi yang lain yang sering digunakan, dan fenolftalein ini merupakan bentuk asam lemah yang lain.

Pada kasus ini, asam lemah tidak berwarna dan ion-nya berwarna merah muda terang. Penambahan ion hidrogen berlebih menggeser posisi kesetimbangan ke arah kiri, dan mengubah indikator menjadi tak berwarna. Penambahan ion hidroksida menghilangkan ion hidrogen dari kesetimbangan yang mengarah ke kanan untuk menggantikannya – mengubah indikator menjadi merah muda.

Setengah tingkat terjadi pada pH 9.3. Karena pencampuran warna merah muda dan tak berwarna menghasilkan warna merah muda yang pucat, hal ini sulit untuk mendeteksinya dengan akurat!

Untuk pengetesan senyawa bersifat asam atau basa dapat dilakukan dengan menggunakan indikator. Indikator adalah suatu zat, yang warnanya berbeda-beda sesuai dengan konsentrasi ion-Hidrogen. Indikator umumnya merupakan suatu asamatau basa organik lemah, yang dipakai dalam larutan yang sangat encer. Asam atau basa indikator yang tidak terdisosiasi mempunyai warna yang berbeda dengan hasil disosiasinya, sehingga memudahkan praktikan dalam menentukan apakah larutan tersebut bersifat asam atau bersifat basa.

Tabel 3. Indikator yang ada di dalam Laboratorium

Indikator

Nama Kimia

Dalam asam

Dalam basa

Jangka pH

(Asam) biru kresilbrilian
(Asam) a -naftol benzein
Ungu metil

(Asam) merah kresol
(Asam) biru timol
Ungu meta kresol
Ungu bromo fenol

Jingga metil

Merah Kongo

Hijau bromo kresol

Merah metil

Merah klorofenol

(Litmus) azolitmin
Biru bromotimol

Ungu difenol

(Basa) merah kresol
a -Naftol-ftalein
(Basa) biru timol
(Basa) a -Naftol-benzein
Fenolftalein
Timolftalein

(Basa) biru kresilbrilian

 

Amino-dietilamino-metil difenazonium klorida

Pentametil p -rosanilia hidroklorida
O-kresolsulfon-ftalein
Timol-sulfon-ftalein
m-kresolsulfon-ftalein

Tetrabromofenol-sulfon ftalein

Dimetilamino-azo- benzena-natrium sulfonat

Asam difenil-bis-azo a -naftilamina-4-sulfonat

Tetrabromo-m-kresol sulfon ftalein

O-Karboksibenzena-azo dimetilanilina

Diklorofenol-sulfon ftalein

Dibromo-timol-sulfon ftalein

O-Hidroksi-difenil sulfon ftalein

O-Kresol-sulfon ftalein

a – Naftol-ftalein

Timol-sulfon ftalein

Amino-dietilamino-metil difenazonium klorida

Jingga-merah

Tak berwarna
Kuning

Merah
Merah
Merah
Kuning

Merah

Lembayung

Kuning

Merah

Kuning

Merah
Kuning

Kuning

Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Tak berwarna
Tak berwarna
Biru

Biru

Kuning
Hijau-biru

Kuning
Kuning
Kuning
Biru

Kuning

Merah

Biru

Kuning

Merah

Biru
Biru

Lembayung

Merah
Biru
Biru
Hijau-biru
Merah
Biru
Kuning

0,0-1,0

0,0-0,8
0,0-1,8

1,2-2,8
1,2-2,8
1,2-2,8
2,8-4,6

3,1-4,4

3,0-50

3,8-5,4

4,2-6,3

4,8-6,4

5,0-8,0
6,0-7,6

7,0-8,6

7,2-8,8
7,3-8,7
8,0-9,6
8,2-10,0
8,3-10,0
9,3-10,5
10,8-12,0

Sumber : G.Svehla. 1990: 57-58

Selain indikator diatas larutan asam dan basa dapat ditentukan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang berwarna seperti dari kunyit, bunga sepatu merah, kulit manggis dan lain-lain. Untuk membuat warna ungu akan terbentuk pada suasana netral, larutan asam akan memberikan larutan berwarna ungu ke warna merah kecoklatan dan dalam larutan basa akan memberkan warna ungu ke biru kehitaman.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: